Media Defis – Edisi XVII 2017

Salah satu Nawacita Presiden Jokowi menyebutkan untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Program ini menjadi penanda bahwa pemerintah begitu concern terhadap pembangunan di daerah. Pembangunan infrastruktur dijalankan secara masif di berbagai tempat. Desa mendapatkan perhatian dan juga pendanaan yang lebih optimal sebagai modal dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Dalam APBN tahun 2017, belanja transfer ke daerah dan Dana Desa jumlahnya melampaui belanja Kementerian/Lembaga. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50/PMK.07/2017 tentang pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), pemerintah berupaya untuk memberdayakan para apatur di daerah dalam mengelola keuangannya.

Akhir-akhir ini Dana Desa manjadi salah satu topik yang sering dibahas di ruang publik. Jumlahnya yang besar dan cakupannya yang begitu luas hingga ke seluruh penjuru nusantara membuat Dana Desa menarik dan aktual untuk didiskusikan.
Memasuki tahun ketiga implementasi Dana Desa, telah banyak capaian dan keberhasilan dari berbagai daerah di Indonesia. Media Defis edisi ini akan menampilkan beberapa contoh desa yang mampu menjadi role model bagi desa lain dalam mengelola Dana Desa.

Kisah sukses itu datang antara lain dari Gampong Blang Krueng di Kabupaten Aceh Besar, Desa Ponggok di Kabupaten Klaten, dan Desa Lingsar di Kabupaten Lombok Barat. Beragam prestasi dicapai oleh desa-desa tersebut. Masyarakat setempat merasakan langsung manfaatnya.

Pada tahun 2017 ini, prioritas penggunaan Dana Desa diarahkan untuk pembangunan infrastruktur fisik dan pemberdayaan masyarakat desa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa.