Jadwal Pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Analis Keuangan Pusat dan Daerah dalam rangka Inpassing

Dalam rangka memanfaatkan perpanjangan masa inpassing Jabatan Fungsional Analis Keuangan Pusat dan Daerah (JF AKPD) sampai dengan Desember 2018 sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 26 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional melalui Penyesuaian/Inpassing, kami akan menyelenggarakan Uji Kompetensi JF AKPD pada tahun 2018 sebanyak 2 gelombang, yakni 6 Februari 2018 dan 26 Juli 2018.

Kami mengundang pemerintah daerah seluruh Indonesia agar mendaftarkan PNSD di lingkungannya untuk diangkat menjadi Pejabat Fungsional Analis Keuangan Pusat dan Daerah.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada tautan berikut.

Jadwal Uji Kompetensi JF AKPD Dalam Rangka Inpassing Tahun 2018

Permintaan Email untuk Pembuatan Akun Individu Aplikasi DAK Nonfisik

DJPK akan melaksanakan soft launching Aplikasi DAK Nonfisik dan diharapkan setiap pemerintah daerah dapat mengakses aplikasi dimaksud. Untuk dapat melakukan login pada Aplikasi DAK Nonfisik, pemerintah daerah harus memiliki akun individu. Akun individu setiap pemerintah daerah akan didaftarkan oleh DJPK dengan menggunakan email aktif pemerintah daerah. Dalam rangka pembuatan akun individu pemerintah daerah, diharapkan pemerintah daerah dapat menyampaikan alamat email aktif sesuai formulir terlampir kepada DJPK paling lambat tanggal 5 Januari 2018.

Informasi lebih lanjut dapat diunduh melalui tautan berikut.

S-161 PK2

Turnamen Tenis Meja DJPK 2017

Dalam rangka memperingati HUT DJPK yang ke-17, DJPK telah menggelar turnamen tenis meja yang dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 18 Desember 2017. Pelaksanaan turnamen tersebut untuk mempererat sinergi dan silaturahmi antara DJPK dengan seluruh mitra kerja DJPK. Turnamen ini diikuti oleh 32 tim, seperti kementerian terkait, pemerintah daerah, dan BUMN.

Kontingen Bank BNI meraih juara 1 dalam turnamen ini. Posisi runner-up diraih oleh kontingen Kemendikbud. Kontingen Kementerian Keuangan dan Bank BRI menjadi juara 3 bersama.

Keseluruhan pertandingan berjalan dengan lancar, seru, meriah, dan penuh rasa kekeluargaan. Turnamen Tenis Meja ini ke depan akan menjadi acara tahunan guna memperingati HUT DJPK. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi semua pemangku kepentingan.

tenis 01

tenis 02

Perubahan Rincian Dana Bagi Hasil dan Penetapan Kurang Bayar dan Lebih Bayar DBH pada Tahun Anggaran 2017 serta Tata Cara Penyelesaiannya

Dasar hukum Penerbitan PMK ini adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017
serta Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2017 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017.

Latar belakang dan gambaran umum isi PMK
a. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2017 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017, telah ditetapkan rincian Dana Bagi Hasil menurut provinsi/kabupaten/kota Tahun Anggaran 2017.
b. Berdasarkan data prognosa realisasi penerimaan pajak dan penerimaan negara bukan pajak yang dibagihasilkan, perlu dilakukan perubahan rincian Dana Bagi Hasil menurut daerah provinsi/ kabupaten/ kota Tahun Anggaran 2017.
c. Berdasarkan Pasal 11 ayat 4A Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017, penyaluran Dana Bagi Hasil Triwulan IV diprioritaskan untuk menyelesaikan Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Tahun Anggaran 2017.

Pokok-pokok isi PMK
Pokok-pokok pengaturan dalam rancangan PMK ini adalah:
1. Ruang lingkup PMK yang meliputi: (a). Perubahan rincian DBH TA 2017, (b).Penyaluran DBH triwulan IV TA 2017, (c). Rincian Kurang Bayar dan Lebih Bayar DBH TA 2016, (d). Rincian Kurang Bayar dan Lebih Bayar DBH sebelum TA 2016, serta (e) Penyelesaian Kurang Bayar DBH.

2. Perubahan rincian DBH menurut daerah provinsi/kabupaten/kota TA 2017, ditetapkan sebesar Rp.69,882 triliun terdiri atas perubahan rincian DBH Pajak dan perubahan rincian DBH Sumber Daya Alam (SDA). Perubahan tersebut didasarkan atas prognosa realisasi penerimaan pajak dan penerimaan bukan pajak yang dibagihasilkan.

3. Penyaluran DBH triwulan IV TA 2017 atas perubahan rincian DBH tersebut sebesar Rp15,114 triliun, diprioritaskan untuk penyelesaian Kurang Bayar DBH TA 2016.

4. Rincian Kurang Bayar dan Lebih Bayar DBH TA 2016, yaitu (a) Rincian Kurang Bayar DBH TA 2016 sebesar Rp16,405 triliun terdiri atas Kurang Bayar DBH Pajak dan Kurang Bayar DBH SDA serta (b) Rincian Lebih Bayar DBH TA 2016 sebesar Rp9,598 triliun terdiri atas Lebih Bayar DBH Pajak dan Lebih Bayar DBH SDA.

5. Rincian Kurang Bayar dan Lebih Bayar DBH sebelum TA 2016.
a. Kurang Bayar DBH sebelum TA 2016 berupa Kurang Bayar DBH yang baru teridentifikasi oleh kementerian, sebesar Rp306,287 miliar, terdiri atas:
1) Kurang Bayar DBH Pajak dan Kurang Bayar DBH SDA tahun 2013 sebesar Rp23,039 miliar;
2) Kurang Bayar DBH SDA tahun 2014 sebesar Rp142,120 miliar; dan
3) Kurang Bayar DBH SDA tahun 2015 sebesar Rp141,127 miliar.

b. Rincian Lebih Bayar DBH menurut provinsi/kabupaten/kota sebelum TA 2016 sebesar Rp720,040 miliar, terdiri atas:
1) Lebih Bayar DBH Pajak tahun 2013 sebesar Rp682,050 miliar;
2) Lebih Bayar DBH SDA tahun 2014 sebesar Rp19,358 miliar; dan
3) Lebih Bayar DBH SDA tahun 2015 sebesar Rp18,632 miliar.

6. Kuasa Pengguna Anggaran Bendahara Umum Negara Tranfer Dana Perimbangan menyusun Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) DBH berdasarkan: (a). pagu DBH TA 2017 yang telah disalurkan ke RKUD, (b). Kurang Bayar DBH TA 2016, dan (c). Kurang Bayar DBH sebelum TA 2016

7. Penyelesaian Kurang Bayar DBH, yaitu (a). Penyelesaian Kurang Bayar DBH TA 2016 (Rp16,389 triliun) menggunakan total Pagu Penyaluran DBH atas perubahan triwulan IV TA 2017 (Rp15,114 triliun) dan (b). Sisa Kurang Bayar DBH TA 2016 sebesar Rp1,275 triliun dan Kurang Bayar DBH sebelum TA 2016 diselesaikan dan disalurkan dengan menggunakan sisa pagu revisi DIPA.

8. Apabila terdapat kebijakan pengendalian pelaksanaan APBN TA 2017, DBH triwulan IV dapat tidak disalurkan sebagian atau seluruhnya. DBH triwulan IV TA 2017 yang tidak disalurkan akan diperhitungkan sebagai Kurang Bayar tahun anggaran berikutnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

9. Penyelesaian Kurang Bayar DBH TA 2016 memperhitungkan Lebih Bayar DBH, yang akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.

Dengan diterbitkannya PMK ini, penyelesaian dan penyaluran Kurang Bayar dan Lebih Bayar DBH TA 2016, maupun Kurang Bayar dan Lebih Bayar DBH sebelum TA 2016 dapat segera dilaksanakan.

PMK tersebut dapat diunduh melalui tautan berikut.

187~PMK.07~2017Per

Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Menurut Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2017

Dasar hukum penerbitan PMK ini adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 43/PMK.07/2016 tentang Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2017 serta Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2017 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017.

Latar belakang dan gambaran umum isi PMK
a. Rincian DBH CHT menurut daerah provinsi/kabupaten/kota tahun anggaran 2017 telah ditetapkan dalam PMK Nomor 43/PMK.07/2016 sebesar Rp2.997.559.999.000,00 (dua triliun sembilan ratus sembilan puluh tujuh miliar lima ratus lima puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah).
b. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2017 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017, DBH CHT ditetapkan sebesar Rp2.949.744.450.000,00 (dua triliun sembilan ratus empat puluh sembilan miliar tujuh ratus empat puluh empat juta empat ratus lima puluh ribu rupiah), atau mengalami penurunan sebesar Rp47.815.549.000 (empat puluh tujuh miliar delapan ratus lima belas juta lima ratus empat puluh sembilan ribu rupiah).

Pokok-pokok isi PMK
a. DBH CHT tahun anggaran 2017 ditetapkan sebesar Rp2.949.744.450.000,00 (dua triliun sembilan ratus empat puluh sembilan miliar tujuh ratus empat puluh empat juta empat ratus lima puluh ribu rupiah).
b. Rincian DBH CHT menurut daerah provinsi/kabupaten/kota, tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dengan RPMK.
c. Penyaluran DBH CHT triwulan IV ke setiap daerah provinsi/kabupaten/kota yaitu sebesar selisih antara rincian DBH CHT tahun anggaran 2017 dengan jumlah DBH CHT yang telah disalurkan pada triwulan I, triwulan II, dan triwulan III berdasarkan PMK Nomor 43/PMK.07/2016.
d. Dengan diberlakukannya PMK ini, maka PMK Nomor 43/PMK.07/2017 tentang Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Menurut Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2017 dinyatakan tidak berlaku.

Konsekuensi publik atas penerbitan PMK
Dengan diterbitkannya PMK ini, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Triwulan IV dapat segera disalurkan.

PMK tersebut dapat diunduh melalui tautan berikut.

192~PMK.07~2017Per

Proporsi dan Estimasi Penerimaan Pajak Rokok untuk Masing-Masing Provinsi Tahun Anggaran 2018

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan telah menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nomor KEP-53/PK/2017 tentang Proporsi dan Estimasi Penerimaan Pajak Rokok Untuk Masing-Masing Provinsi Tahun Anggaran 2018. Keputusan Direktur Jenderal tersebut merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 102/PMK.07/2015 tentang Perubahan atas PMK Nomor 115/PMK.07/2013 tentang Tata Cara Pemungutan dan Penyetoran Pajak Rokok.

Berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2017 tentang APBN TA 2018, target penerimaan cukai hasil tembakau ditetapkan sebesar Rp148.230.000.000.000,00. Diperkirakan sebesar 2% dari target penerimaan cukai hasil tembakau tersebut merupakan penerimaan cukai atas tembakau iris yang tidak termasuk objek Pajak Rokok, sehingga penerimaan cukai yang dijadikan basis untuk menghitung Pajak Rokok TA 2018 sebesar Rp145.265.400.000.000,00 (98% dari target penerimaan cukai hasil tembakau) dan estimasi penerimaan Pajak Rokok yang ditetapkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan sebesar Rp14.526.540.000.000,00.

Salinan Keputusan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nomor Kep-53/PK/2017 tentang Proporsi dan Estimasi Penerimaan Pajak Rokok untuk Masing-Masing Provinsi Tahun Anggaran 2018 dapat diunduh melalui tautan berikut.

Kepdirjen 53 2017